Minggu, 07 April 2013
BEDUGUL
After we visited the Garuda Wisnu Kencana, we immediately visited Bedugul. Bedugul refers to a temple which is on a lake and surrounded by hills. The distance is very far from its pedestal. However, we all enjoyed the trip.
Approximately trip takes about 2 hours. The air is very cold there. Perhaps that is located on the Mount, so it makes the air very cold even though the weather was very hot at that time. We berfot-picture and small boat up so that we can surround the lake. The cost of renting a boat at the time was 30,000 rupiah per person. The price is quite expensive for me because the rents are calculated individuals, not perperahu.
I feel very scared when the boat up. Because we are not given a float at all. Moreover, the basis of the lake is not visible. Definitely a very deep lake. It was late afternoon, 4 o'clock in the afternoon. We then went home and arrived at 7 pm.
GARUDA WISNU KENCANA
Our second day in Bali, we decided to go to a few places. And the first place we visited when it was Garuda Wisnu Kencana or commonly called the GWK. In these places there are 2 very large statue made of bronze. The plan, the statue will be rebuilt to form a monument where Vishnu riding the Garuda bird dashing. That said, if the two statues are brought together, the height will exceed the eifel tower in Paris.
Garuda Wisnu Kencana is located very close to the state university premises in Bali, the University of Udayana. Initially I plan to continue my education there. However, my father did not give me permission,
Once we are satisfied to take pictures there, eventually we continued our journey to the next tourist spot.
LOMBOK
On May 21, 2011, I and my family went on holiday to Bali. We set out by boat. Our boat schedule at 1 pm, then we went to the harbor in the morning around 9. After that, our boat finally arrived at 7:15.
We traveled over 4 hours. And after we arrived in Lombok, we were picked up by our brothers who live there. We were planning to stay at her home for 6 days.
My brother's house is very close to the harbor. Just 5 km away. So that we can access tourism venues with ease. His house is located centrally Lombok. The distance is also very close to the beach.
After we arrived home brother, we provided dinner. Our last meal together. We watch telvisi and chat together. 1 o'clock in the night. Because tomorrow morning we will go for a walk, so we decided to sleep. So that we could wake up quickly.
Minggu, 16 Desember 2012
Prilaku Kontroversial si Bupati Garut
Aceng Fikri
akhir-akhir ini menjadi buah bibir di media massa, baik media massa online,
cetak, radio maupun televisi.
Kasus pernikahan
Bupati Garut Aceng HM Fikri dengan Fanny Otora (18) menjadi isu nasional karena
hanya bertahan selama empat hari. Tidak kurang warga masyarakat hingga Presiden
SBY memperhatikan kasus itu. Desakan agar mengundurkan diripun berdatangan dari
berbagai pihak.
Berbagai kalangan pun
telah mendesak Pansus bersikap tegas, serius, serta transparan atas kasus
tersebut. Pansus juga didesak mempercepat proses agar segera dibawa ke Rapat
Paripurna DPRD untuk diputuskan. Namun dalam berbagai kesempatan, Pansus justru
kerap berkilah belum mengumpulkan semua fakta dan bukti diperlukan.
Menurut saya, perilaku
yang dilakukan oleh Aceng tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin daerah yang
baik. Sudah menjadi kewajiban seorang pemimpin untuk bersikap adil terhadap
warganya serta menjaga etika-etika baik seperti yang terdapat pada aturan yang
berlaku. Aceng sendiri memang sempat tidak mengakui pernikahan sirinya dengan
Fanny Octara yang ketika dinikahinya masih dibawah umur. Akan tetapi,setelah
didesak oleh oara wartawan bahkan ketika Mentri Dalam Negeri, akhirnya Aceng
mengakui tindakannya tersebut. Mungkin tidak jadi masalah ketika Bupati Garut
ini menikah siri dengan seorang gadis belia. Namun, yang jadi permasalahannya
selama ini adalah alasan Aceng menikahi dan menceraikan istri sirinya tersebut
hanya dalam waktu 4 hari. Alasan bahwa istri sirinya tersebut sudah tidak
perawan serta bau mulut adalah alasannya. Dan menurut saya, ini adalah alasan
yang berasal dari seorang Bupati, pemimpin kota Garut yang terkenal sebagai
kota santri ini. Biar bagaimanapun, dalam pernikahan bukankah seharusnya sesame
pasangan harus saling menerima kekurangan masing-masing? Untuk masalah bau
mulut, Aceng bisa saja membawa istri sirinya itu ke dokter gigi untuk
menghilangkan bau mulutnya itu. Belum juga masalah Aceng dan Fanny selesai,
berita serupa mengenai pernikahan siri Aceng dangan seorang model yang bernama
Shinta mencuat. Bambang, mantan mertua Aceng Fikri inipun akhirnya angkat
bicara mengenai pernikahan anaknya dengan seorang Bupati Garut, yang
berlangsung hanya dalam 2 bulan saja. Kita lihat saja, alibi apa lagi yang akan
dibuat oleh Bupati Garut ini.
Minggu, 02 Desember 2012
Keadaan Kepariwisataan di Bali-Indonesia
Seiring dengan
perjalanan pariwisata Bali, yang dibungkus dengan kebaikan dan keburukannya,
ternyata masih layak dipertanyakan kembali sudahkah kita membangun untuk Bali?
Sudahkan pembangunan berbasis budaya? Atau sudahkah berkelanjutan untuk Bali
atau berkelanjutan untuk segelitir orang? Deretan pertanyaan ini layak
direnungkan kembali, terutama bagi komponen pariwisata maupun seluruh
masyarakat Bali, karena banyak sisi lemahnya yang kasat mata dalam pembangunan
pariwisata Bali. Ada beberapa kelemahan pengelolaan pariwisata Bali yang
kerap disorot akademisi, praktisi budaya, lingkungan, pers maupun tokoh
masyarakat, terutama mengenai isu lingkungan dan sosial budaya. Dari aspek
keberlanjutan ekologi misalnya pembangunan fasilitas pariwisata yang melanggar
sempadan pantai (kepatutan) maupun dasyatnya alih fungsi lahan, dari hamparan
sawah menjadi hamparan beton. Dari aspek sosial budaya, pariwisata Bali dengan
kredo pariwisata budaya, juga kurang mengakomodir aspirasi seluruh lapisan
masyarakat. Masyarakat lokal yang terorganisir melalui desa adat tidak
dilibatkan secara aktif, terkesan hanya “dinikmati“ oleh segelintir orang.
Konflik dalam memperebutkan, siapa yang sepatutnya berhak mengelola daya tarik
wisata, kerap juga menjadi sorotan media.
Sebelum terjadinya bom Bali I 12 Oktober 2012, wisatawan yang datang ke
Bali mencapai 1,3 juta orang, turun 22 persen menjadi 993 ribu wisatawan pada
2003. Setelah sempat naik menjadi 1,45 juta orang pada 2004, kunjungan
wisatawan asing ke Bali anjlok lagi menjadi 1,26 juta pada 2006 akibat serangan
bom Bali II pada November 2005. Pada 2007, jumlah wisatawan
asing yang datang ke Bali meningkat menjadi 1,66 juta dan naik lagi menjadi
1,966 juta pada 2008, 2,22 juta pada 2009, 2,4 juta pada 2010 dan 2,7 juta pada
2011.
Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika memandang
pengembangan kepariwisataan di Bali harus memiliki karakteristik untuk menjaga
citra keunikan destinasi wisata. Ia mencontohkan untuk kawasan
wisata Sanur yang sejak dulu mempertahankan karakteristik wisata yang damai dan
tenang, sehingga tidak mungkin di sana akan dibangun diskotik yang besar-besar.
Berbeda halnya dengan kawasan Kuta. Menurut
dia, panduan dasar pengembangan wisata di Bali dengan karakteristik tersendiri
sudah ada di dalam Perda No 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi (RTRWP) Bali. Ia juga
tidak bisa mengatakan pembangunan kepariwisataan Bali sudah menyimpang atau
belum karena sesungguhnya pemerintah belum secara tegas mengacu pada rencana
induk pengembangan pariwisata yang mana disepakati dan dipegang. Di sisi lain, ia memandang pengembangan pariwisata
Bali juga harus memperhatikan ketersediaan air di Pulau Dewata.
Sebagai industri
perdagangan jasa, kegiatan pariwisata tidak terlepas dari peran serta
pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah
bertanggung jawab atas empat hal utama yaitu; perencanaan (planning) daerah atau
kawasan pariwisata, pembangunan (development) fasilitas utama dan pendukung
pariwisata, pengeluaran kebijakan (policy) pariwisata, dan pembuatan dan
penegakan peraturan (regulation).
Sabtu, 24 November 2012
The Sweetest Carma Ever
Nama saya Vicky Julia Zahra. Saya lahir pada tanggal 4 July
tahun 1992. Saya anak ke-3 dari pasangan ayah dan ibu saya yang saya cintai;
Endang Rahmat dan Karlina. Saya sekarang sedang kuliah di Universitas Gunadarma
fakultas Sastra Inggris.
Saya memiliki teman dekat laki-laki. Lebih tepatnya pacar.
Namanya Yudhi Setiyawan. Kami baru berpacaran selama 3 bulan. Memang baru
seumur jagung. Tapi entah kenapa,saya merasa kalau dia adalah karma saya yang
paling indah yang pernah saya rasakan. Sebenarnya kami berteman sejak SD, dia
juga mantan pacar saya ketika saya SMP sampai SMA kelas 1. Ceritanyapanjang dan
sangat berbelit. Saya sampai bingung harus bercerita darimana. Jadi begini,
berhubung rumah kami dekat dan hanya berbeda beberapa gang, jadi kami
bersekolah di SD yang sama, SDN Bekasi Jaya Indah 9. Namanya juga cinta monyet,
sebenarnya yang saat itu saya suka adalah temannya yaitu Marinda. Mungkin bukan
suka, tapi hanya kagum terhadap senior. Yang saat itu Yudhi 1 diatas saya. Sampai akhirnya angkatan Yudhi lulus, kami
tidak pernah ada komunikasi, walaupun sebenarnya kami tidak pernah
berkomunikasi secara langsung untuk bertukar cerita. Hanya saja yang saya
ingat, saya dan Yudhi seringkali saling meledek ketika kami berpas-pasan. Saya
ingat sekali ketika kami bertemu,saya langsung berteriak dan memanggil Yudhi
dengan sebutan ‘doggy’. Entah apa yang ada difikiran saya saat itu
sampai-sampai saya bisa memanggilnya seperti itu.
1 tahun kemudian, saya pun lulus dan melanjutkan sekolah ke
SMPN 3 Bekasi dan tanpa disadari saya bertemu lagi dengan Yudhi. Saat kelas 1
semester 2, saya ditembak oleh seorang laki-laki bernama Dwi Cahya Rizkita
(Caca). Dengan keadaan kami yang sering putus nyambung hingga berbelas-belas
kali, alhasil kami bias melanjutkannya selama sekitar 6-7 tahun. Meskipun
ketika lulus SMA, kami terpaksa putus dengan alasan LDR (Long Distance
Relationship) karena kebetulan dia diterima di Universitas Gajah Mada jurusan
Sastra Inggris. Masih ingat diawal saya menyebut Yudhi sebagai karma yang
paling indah? Itu semua karena saya selalu menjadikan Yudhi sebagai tempat
pelarian ketika saya putus dengan Caca. Jadi saya dan Yudhi juga sempat putus
nyambung sekitar 3 kali. Akan tetapi, saya dan Yudhi mengalami putus nyambung
dari kelas 2 SMP sampai kelas 1 SMA. Dan sekarang saat kuliah, ketika saya baru
beberapa bulan putus dengan Fadhli (teman sekelas saya), saya akhirnya saya
bertemu kembali dengan Yudhi meskipun dengan perjuangan yang sangat berat
hingga akhirnya dia meminta saya untuk kembali menjadi pacarnya. Entahlah, tapi
ini pasti karma karena yang saya rasakan sangat ini benar-benar perasaan saya
yang tulus. Saya juga insya Allah ikhlas, ridho lillahita’ala menyayanginya.
Saya juga baru pertama kali benar-benar menerima kekurangan seseorang. Meski
memang yang namanya jodoh ada di tangan Allah dan itu masih menjadi
rahasia-Nya. Mungkin saya masih muda, saya masih kuliah dan belum ada rencana
untuk masa depan, bagi kalian saya masih bau kencur untuk membicarakan apa yang
kalian sebut cinta atau apapun itu. Tapi saya tahu, saya sudah bukan umurnya
untuk bermain-main, sudah tidak ada waktu juga bagi saya untuk kembali mencari ‘orang
baru’ untuk saya jadikan pacar. Yang saya fikirkan saat ini adalah ; bagaimana
saya agar bisa lulus dan mendapatkan gelar S1 tepat waktu dan rencana saya
kedepannya setelah lulus lalu membahagiakan ke-2 oran tua saya dengan jerih
payah saya sendiri dan dengan cara yang halal, setelah itu saya insya Allah
saya akan menikah dengan laki-laki yang sudah menjadi pilihan hidup saya.
Semoga saja laki-laki itu adalah laki-laki yang kini setiap harinya bersama
saya, menemani saya, selalu ada disaat saya membutuhkannya. Aamiin.
Minggu, 18 November 2012
KOSA KATA PARIWISATA (W-W)
1.
Wisata kuliner :
berwisata makanan atau minuman khas dari suatu daerah tertentu.
2.
Wisata Maritim atau Bahari : kegiatan wisata olah raga
di air.
3.
Wisata Olahraga :
Wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau memang
sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olahraga.
4.
wisata perorangan : Suatu perjalanan wisata yang dilakukan oleh satu
orang atau sepasang suami-isteri.
5.
Wisata Pertanian :
Pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian,
perkebunan, ladang pembibitan, dan sebagainya di mana wisatawan rombongan dapat
mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi.
6.
Wisata Pilgrim : Wisata yang dilakukan
ke tempat-tempat suci, ke makam-makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan
dan sebagainya.
7.
Wisata Politik :
Perjalanan yang dilakukan untuk mengunjungi atau mengambil bagian dengan aktif
dalam pariwisata kegiatan politik seperti misalnya ulang tahun perayaan 17
Agustus di Jakarta.
8.
wisata rombongan : Suatu perjalanan wisata yang
dilakukan bersama-sama dengan dipimpin oleh seorang yang bertanggung jawab atas
keselamatan dan kebutuhan anggotanya.
9.
Wisata Sosial :
Pengorganisasian perjalanan murah serta mudah untuk memberi kesempatan kepada
golongan masyarakat ekonomi lemah untuk mengadakan perjalanan seperti kaum
buruh, pemuda, pelajar atau mahasiswa.
10. Wisma : rumah ;
bangunan tempat tinggal ; rumah yang di sediakan oleh jawatan untuk tempat
beristirahat ; rumah yang di gunakan sebagai asrama atau tempat tinggal
bersama.
Langganan:
Postingan (Atom)



